LULUSAN STIK-P DIMINTA TERUS ASAH KEMAMPUAN DIRI

MEDAN, Waspada.co.id - Di antara tantangan kontemporer yang terjadi adalah era revolusi industri 4.0. Di era ini, terjadi pergeseran yang tajam ke dunia digital dalam berbagai bidang kehidupan, tidak terkecuali bidang komunikasi yang merupakan salah satu bidang yang rentan terdampak pada era revolusi ini.

“Fenomena ini sebetulnya telah telah diprediksi oleh para pakar yang gejalanya terjadi sejak awal abad ke-21 ini. Karena itu, konvergensi media adalah sesuatu yang menjadi keniscayaan,” sebut Pimpinan Yayasan Pendidikan Ani Idrus (YPAI), dr Hj Rayati Syafrin MBA MM, dalam pidatonya pada Wisuda Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan angkatan XXVIII Tahun Akademik 2018/2019 di Le Polonia Hotel, Sabtu (2/11).

“Kami percaya, dengan bekal ilmu komunikasi yang telah didapat dari kampus STIK-P, maka para wisudawan dapat mengambil peran strategis dalam pembangunan di masa datang, di iklim revolusi industri digital yang terjadi. Namun harus diingat bawah peran itu hanya dapat diraih dengan kerja keras dan pantang menyerah di hadapan tantangan dan hambatan,” tambahnya.

Dikatakan, selama sekian tahun para wisudawan telah menimba ilmu di STIK-P, dan telah melalui proses transfer of knowledge dari para dosen dalam berbagai mata kuliah komunikasi.  Untuk itu, para wisudawan yang telah dibekali ilmu untuk dapat meraih masa depan yang dipenuhi berbagai tantangan yang perlu ditalukkan.

“Membekali generasi muda dengan ilmu pengetahuan di bidang komunikasi, inilah yang merupakan salah satu beban tanggungjawab yang diambil YPAI sejak didirikan dan digagas untuk tokoh pers nasional, (almh) Hj Ani Idrus. Sejak didirikan, STIK-P tetap konsisten mengembangkan serta menjalankan proses pendidikan tinggi di bidang komunikasi,” ujar Rayati.

Untuk para wisudawan, kata Rayati, pihaknya berpesan untuk tidak berpuas diri dan terus berupaya mengembangkan kemampuan diri, baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Karena perkembangan zaman sangat membutuhkan peran serta aktif generasi muda bangsa untuk memberikan sumbangsih terbaiknya.

Ketua STIK-P, Dr H Sakhyan Asmara MSP, menjelaskan wisuda merupakan momentum penting bagi setiap mahasiswa sebagai puncak dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Untuk itu wisuda menjadi moment sakral bagi perguruan tinggi karena saat inilah mereka melepas para alumninya yang telah melalui proses pembelajaran panjang dan melelahkan.

“Proses interaksi yang terjadi selama masa perkuliahan penuh dengan suka duka, penuh romantika dan dinamika, akhirnya selesai ditandai dengan seremoni wisuda. Atas nama Pimpinan STIK-P, saya ucapkan selamat kepada wisudawan angkatan ke-28 hingga melengkapi total alumni sejumlah 849 orang,” ujarnya.

“Kami sangat bangga dengan para alumni yang telah berkiprah di berbagai profesi dan ladang pengabdian, terutama di bidang jurnalistik, kehumasan, dan broadcasting. Kami mempunyai data bahwa lulusan mengisi posisi strategis hampir di setiap media massa di Kota Medan dan lainnya, termasuk juga perusahaan swasta dan pemerintahan,” kata Sakhyan.

Lanjut Sakhyan, usai wisuda ini para alumni akan terjun di tengah-tengah masyarakat mengimplementasikan ilmunya untuk kepentingan pengembangan dirinya dan untuk dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Tahun ini, tiga lulusan terbaik STIK-P adalah Dita Marcelyna Hutagalung (PR) dengan Indek Prestasi Kumulatif 3,76, Yolanda Berintan (Jurnalistik/IPK 3,74), dan Hardi Tri Prasetio Bukit (Jurnalistik/3,69).

“Kepada para wisudawan yang meraih prestasi terbaik, kami sampaikan selamat dan apresiasi atas kerja kerasnya. Tapi ingat di balik kesuksesan kalian terdapat orang tua yang terus memberikan dukungan,” tutupnya. (wol/at)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *