JAGONYA JURNALISTIK, PUBLIC RELATION, DAN BROADCASTING

*JURUSAN UNGGULAN STIK-P MEDAN

SEJAK berdiri 18 Mei 1987 silam, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi "Pembangunan" (STIK-P) Medan terus melakukan pembenahan dan perbaikan untuk melahirkan sarjana-sarjana andal, profesional, dan piawai di bidang ilmu komunikasi.

Di era digitalisasi saat ini, tentunya kampus yang didirikan oleh tokoh pers nasional almarhumah Hj Ani Idrus ini harus mampu berdiri tegak dan bersaing di tengah munculnya program-program ilmu komunikasi di berbagai perguruan tinggi lainnya di Sumatera Utara.

Menjadi satu-satunya sekolah tinggi di Sumut bahkan Pulau Sumatera yang konsen di bidang Ilmu Komunikasi, STIK-P Medan memiliki komitmen dan visi misi menempah generasi muda bangsa di tiga bidang konsentrasi, yakni Ilmu Jurnalistik, Public Relations (Humas), dan Broadcasting.

Bertempat di Jalan Sisingamangaraja No 84, lokasi kampus orange yang mengandung makna filosofis perdamaian ini layak menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan lebih intens di bidang ilmu komunikasi.

Ketua STIK-P Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP, mengatakan mahasiswa yang menempuh pendidikan di STIK-P akan diajarkan menjadi seorang praktisi di tiga bidang konsentrasi tersebut. Tak hanya itu, lulusan STIK-P pun dipastikan siap pakai nantinya.

Disebutkan, Public Relations mengajarkan seseorang menjadi Public Relations Officer yang handal, mumpuni, profesional, dan piawai. Selain itu, mahasiswa juga akan diajarkan kemampuan berbicara, menyusun manajemen organisasi, dan mengatasi konflik manajemen plus problem solving.

"Itu dididik di sini, sehingga produk-produk STIK-P betul-betul menguasai bidang kehumasan secara praktis maupun teoritis. Bisa juga mereka dilatih menjadi MC atau konsultan yang mahir," kata Sakhyan kepada Kreasi, Jumat (30/7).

Lalu, ilmu jurnalistik diakui mantan Deputi Menpora ini tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi wartawan kompeten. Akan tetapi, mahasiswa juga diajarkan cara mengelola media massa termasuk mendirikannya.

Di era digitalisasi ini, mahasiswa dituntut cepat, update, dan mengikuti perkembangan teknologi. Alhasil, mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman dan pendidikan tentang new media (media baru) dalam konteks jurnalistik.

Bahkan, kata Sakhyan, sarjana-sarjana STIK-P tak hanya menembus pengelolaan televisi dengan teknik manajemen teknologi jurnalistik. Namun, mereka juga bakal mampu mengelola studio teknologi baru dan sebagainya.

"Mahasiswa dilatih juga menjadi pembaca berita, reporter, news broadcaster baik itu media cetak maupun elektronik. Jadi betul-betul kita latih supaya mahasiswa menjadi calon sarjana yang memiliki keahlian, karena kita aplikasikan 60 persen praktik dan selebihnya teoritis," ujarnya.

Selanjutnya, broadcasting menjadi salah satu konsentrasi yang ramai diminati dalam empat tahun terakhir. Perkembangan teknologi sangat masif dengan mulai marak munculnya program-program podcast sebagai cara baru menyampaikan pesan. Menurutnya, cara demikian sangat efektif dan efisien, karena mahasiswa bisa mudah mengembangkan kreativitasnya.

"Mahasiswa melakukan itu, melatih, lalu di-share lewat youtube atau media sosialnya. Untuk podcast dan broadcasting, STIK-P khusus memiliki studionya di sini," sebut mantan Kadis Pendidikan dan Kadispora Sumut itu.

"Tiga konsentrasi itu dimiliki oleh STIK-P sekaligus dan mahasiswa dididik untuk betul-betul menjadi praktisi. Itulah yang membedakan STIK-P dengan kampus-kampus lain, sehingga jangan heran wartawan hingga pengelola maupun pemilik media sekarang banyak lulusan dari STIK-P," tambahnya.

Lebih lanjut, Sahkyan mengungkapkan STIK-P tidak pernah memiliki keraguan untuk bersaing dengan perguruan tinggi dengan label universitas. Sebab, status pendidikan STIK-P lebih kepada hal khusus bukan umum.

"Uang kuliah kita juga tidak terlalu besar, lalu lokasi kampus sangat strategis dan mudah dijangkau. STIK-P pun bagian dari Waspada Group yang sudah ada sejak tahun 1947 dulu. Kiprah STIK-P masih dikenal, setiap saat iklannya ada, dan pemberitaan tentang kampus maupun kegiatan mahasiswa selalu rutin terbit di media," kata Sakhyan lagi.

Dengan demikian, Sahkyan mengakui bahwa rasa semangat, cita-cita, dan visi misi dalam memberikan pendidikan tentunya tidak terlepas dari keinginan pendiri STIK-P, Bunda Hj Ani Idrus.

"Semangat itulah yang kita rasakan di STIK-P. Berbagi ilmu Jurnalistik, Public Relations, dan Broadcasting kepada mahasiswa dengan uang kuliah terjangkau hingga nantinya siap terjun di masyarakat," pungkasnya. *Iman Setia Harahap

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *