KETUA STIK-P: PEMUDA HARUS LEBIH MENGGELORAKAN RASA NASIONALISME

sakhyan-asmaraKetua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi 'Pembangunan' (STIK-P) Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP. (WOL Photo/Ega Ibra)

MEDANWOL – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP, menyebutkan dalam memperingati hari ‘Sumpah Pemuda’, selayaknya pemuda-pemudi Indonesia selalu menggelorakan rasa nasionalisme. Dikatakan, mengingat perkembangan zaman dan teknologi, meskipun rasa nasionalisme tetap tumbuh, namun menurutnya hal itu kurang digelorakan dalam diri para pemuda-pemudi Indonesia. “Rasa nasionalisme itu tetap ada dan tetap tumbuh, hanya saja pada diri pemuda saat ini kurang menggelorakan,” ungkapnya kepada Waspada Online, Sabtu (28/10). Lebih lanjut ditambahkan, mantan Pejabat Deputi Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu, adapun upaya dalam menggelorakan rasa nasionalisme bisa dilakukan dengan bentuk memberikan dukungan terhadap orang-orang yang berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. “Cara menggelorakan itu macam-macam. Bisa dengan pertandingan olahraga tingkat dunia. Kalau misalkan ada atlit kita bertanding di tingkat dunia dan kita saksikan secara langsung ataupun melalui televisi, pasti bangkit semangat nasionalisme itu,” ujarnya. Selain itu, Sakhyan pun menegaskan dalam menciptakan rasa nasionalisme yang kuat, perlunya pemerintah melakukan sosialisasi untuk mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa Indonesia serta menyematkan lagu-lagu wajib nasional yang sudah pudar pada diri pemuda Indonesia. “Dari lagu wajib nasional yang sekarang jarang diputar, maka untuk itu sering diputar kembali karena itu sangat perlu. Dan juga perlunya dalam membangkitkan kesadaran, pemerintah harus mensosialisasikan bagaimana kisah-kisah sejarah bangsa Indonesia,” tutur Sakhyan. Selanjutnya, Mantan Pejabat Kepala Biro Humas Pemprovsu itu, berharap dalam menyemarakkan rasa nasionalisme pada pemuda-pemudi Indonesia, pemerintah juga harus menggalakkan kembali film dokumenter tentang pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. “Jadi dalam menyemarakkan rasa nasionalisme ini tidak bisa hanya seperti slogan, logo-logo sumpah pemuda, iklan ataupun ucapan-ucapan, jadi untuk menggelorakannya, ya diputar film-film arsip perjuangan bangsa Indonesia secara massal di masyarakat,” pungkasnya.(wol/iam) Editor: SASTROY BANGUN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*