Ospek Di STIK-P? Nggak Perlu Takut…

IMG_3543

Nah, kira-kira apa sih yang terlintas dalam pikiran kalian ketika mendengar kata Ospek (orientasi studi dan pengenalan kampus)? Itu lho kegiatan yang biasa dilakukan bagi mahasiswa baru oleh kakak senior kampus. Ya, memang beberapa tahun silam Ospek biasa dilaksanakan dengan cara yang ‘aneh-aneh’.

Padahal, kegiatan rutin yang dilaksanakan sebelum dimulainya perkuliahan di setiap awal tahun ajaran baru, tujuannya mengenalkan mahasiswa terhadap lingkungan dan mekanisme yang berlaku di kampus tersebut. Biasanya juga melibatkan panitia dari mahasiswa senior atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masing-masing.

Maka tak heran belakangan ini banyak peristiwa terjadi, di mana Ospek selalu diasosiasikan dengan hal negatif. Sebagai contoh, terkadang mahasiswa baru membayangkan Ospek sebagai kegiatan atau ajang balas dendam senior kepada junior, sehingga dipenuhi tindakan-tindakan tidak rasional dan ‘menyiksa’.

Memang,  Ospek itu kebanyakan dihiasi bentak-bentak, teriakan senior dengan dalih di balik semua itu untuk melatih disiplin dan karakter mahasiswa baru. Di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi  “Pembangunan” (STIK-P) Medan, Ospek lebih dikenal dengan sebutan Pendidikan Pembekalan Mahasiswa Baru (PPMB).

Berbeda dengan kampus lain, kampus oranye itu lebih fokus memberi pengenalan dan pemahaman kampus secara positif plus dirangkai ceramah-ceramah dari dosen maupun praktisi Public Relations (PR), Jurnalisme, dan Broadcasting. Pada sesi tertentu, panitia juga mengembangkan minat dan bakat mahasiswa baru dengan diskusi maupun permainan edukatif agar tidak bosan.

Mewakili panitia, Indah Permata Sari mengatakan harus ada esensi yang bisa diambil dari setiap hal yang dilakukan dan bersifat baik untuk kehidupan mereka di kampus.

“Inilah yang dilakukan STIK-P dengan menumbuhkan kekompakan di dalam satu angkatan, menambah pengetahuan, menimbulkan kepemimpinan, melepaskan kepribadian SLTA beralih kepada mahasiswa yang mandiri,” terang Indah, Jumat (9/9).

Dikatakan, PPMB di STIK-P bukan seperti kampus lainnya yang tujuannya marah-marahin mahasiswa baru tanpa tahu bahwa Ospek itu sebenarnya untuk memperkenalkan lingkungkan kampus dengan berbagai peraturannya.

“Karena itu, kami lebih fokus menumbuhkan sense of belonging, kebersamaan, dan keakraban mahasiswa baru dengan senior maupun dosennya jelang perkuliahan,” katanya.

Ospek yang baik adalah kegiatan mengenalkan dan mengorientasikan mahasiswa baru terhadap lingkungan kampus. Tidak boleh ada kekerasan yang justru menjatuhkan mental mahasiswa baru. Sebaliknya, mereka perlu dibekali pengetahuan dan kedekatan terhadap almamaternya. Setuju? *Arianda Tanjung/F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*