Home / KABAR KAMPUS / Alumni STIK-P Harus Mampu Jadi Solusi Hadapi Fenomena Komunikasi
WISUDA-STIKP
Alumni STIK-P Harus Mampu Jadi Solusi Hadapi Fenomena Komunikasi

Alumni STIK-P Harus Mampu Jadi Solusi Hadapi Fenomena Komunikasi

Wisuda Sarjana STIK-P ke XXXI

MEDAN, Waspada.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan menggelar sidang senat terbuka Wisuda Sarjana Angkatan XXXI Tahun Akademik 2021/2022 di Hotel Grand Inna Medan, Sabtu (3/12).

Dalam wisuda sarjana ini, STIK-P melantik 23 lulusan terbaik yang terdiri atas enam orang konsentrasi Publik Relations, 10 orang ilmu Jurnalistik, dan tujuh Broadcasting. Ketua STIK-P Dr H Sakhyan Asmara MSP meminta para wisudawan menjaga nama baik almamater dan mampu menjadi solusi menghadapi fenomena komunikasi yang semakin dilematis.

Sakhyan menyebutkan STIK-P sebagai lembaga pendidikan telah mencetak sebanyak 910 sarjana ilmu komunikasi. Untuk itu, keluarga besar kampus yang didirikan tokoh pers nasional Hj Ani Idrus itu dapat bersyukur karena masih terus berkiprah dan melahirkan sarjana baru di bidang komunikasi.

“Para sarjana lulusan STIK-P diyakini dapat memainkan peran sebagai solusi dalam menghadapi fenomena komunikasi yang semakin hari semakin dilematis berada di antara kepentingan pragmatis dan idealis, bahkan cenderung sarkastis dan heroris,” kata Sahkyan.

Mantan Deputi Menpora ini juga berpesan agar para wisudawan mampu menjadi komunikator yang menyampaikan gagasan ide. Tentunya, harus memiliki moral dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat bangsa serta memiliki landasan ideologi dan pandangan hidup Pancasila.

“Saudara-saudara adalah sarjana ilmu komunikasi ditempah dalam ranah komunikasi sebagai ilmu yang berpihak kepada akal sehat dan kebenaran. Untuk itu saudara sebagai intelektual haruslah mampu menjadi solusi pada persoalan komunikasi yang kita hadapi sekarang ini,” ungkapnya.

Mewakil Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Dra Faizah Johan MSi menegaskan poin penting pendidikan tinggi untuk pembangunan masa depan bangsa. Tanpa pendidikan bermutu, maka tak bisa mempersiapkan SDM andal untuk membangun Indonesia maju.

“Kami juga meminta civitas akademika STIK-P komit menghapus tiga permasalahan besar yang sering kali terjadi di setiap lembaga pendidikan di Indonesia, yakni intoleransi, narkoba, dan kekerasan seksual. Kami percaya STIK-P telah melakukan berbagai hal untuk menjadikan pendidikan unggul,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Ani Idrus (YPAI) yang diwakili Dr Hj Rayati Syafrin berpesan bahwa belajar itu tidak mengenal tempat dan waktu. Dikatakan, para wisudawan harus pandai memanfaatkan peluang yang terbuka lebar di era globalisasi sekarang ini.

“Kita bisa maklumi jumlah wisudawan tahun ini hanya 23 orang. Hal itu karena STIK-P mengutamakan bobot lulusannya, bukan pada jumlahnya, mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas,” pungkasnya.

Adapun tiga lulusan terbaik diraih oleh M Raissyifa Pulungan (Broadcasting) IPK 3,69, Dimas Wahyu Pratama (PR) IPK 3,67, dan Gabriella Sri Rizky Pangaribuan (Jurnalistik) IPK 3,65. (wol/man)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Powered by keepvid themefull earn money