Renstra

RENSTRA SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI “PEMBANGUNAN”

Rencana Strategis Program Studi Ilmu Komunikasi STIK “Pembangunan” (STIK-P) Medan ini disusun berdasarkan pada Rencana Strategis  STIK-P Medan dan Hasil Evaluasi Diri yang menggambarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Prodi Ilmu Komunikasi STIK-P Medan. Rencana Strategis Prodi Ilmu Komunikasi STIK-P Medan ini disusun sebagai landasan berpijak dan merupakan arah pengembangan Prodi Ilmu Komunikasi STIK-P Medan dalam 4 (empat) tahun ke depan sebagai kelanjutan atas Renstra 2019-2012, Rencana Strategis ini juga dijiwai oleh kebijakan dasar STIK “Pembangunan” Medan, sehingga arah pengembangan kampus tetap selaras dengan visi dan misi Prodi Ilmu Komunikasi STIK “Pembangunan” Medan.

Renstra ini disusun berdasarkan kebijakan dasar STIK “Pembangunan” Medan yang terdiri atas 5 (lima) bidang, yakni (1) Bidang Kualitas Pembelajaran-Teaching Quality, (2) Bidang Kualitas Penelitian- Research Quality, (3) Bidang Ketenagakerjaan Lulusan-Graduate Employability, (4) Bidang Entrepreunerial University, dan (5) Bidang Pencitraan National Outlook.

Penyusunan Rencana Strategis Prodi Ilmu Komunikasi STIK-P Medan 2016-2020 diawali dengan evaluasi diri untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang kemudian digunakan dalam menyusun isu strategis. Dengan  menggunakan  tolok  ukur LRAISE (Leadership, Relevance, Academic Atmosphere, Internal Management, Sustainability, Efficiency and Produtivity), isu-isu strategis itu kemudian dijabarkan ke dalam kebijakan Prodi Ilmu Komunikasi STIK-P Medan Tahun 2013-2016. Sebagai program kerja jangka menengah selama 4 (empat) tahun ke depan.

Selanjutnya proker tersebut,  dipecah menjadi rencana program tahunan, dan proker ini menjadi dasar penyusunan anggaran keuangan dan acuan operasional tahunan STIK-P Medan. Berikut skema penyusunan Renstra tahunan Prodi ilmu komunikasi STIK-P Medan serta hubungannya dengan renstra dan penganggaran STIK-P Medan.

Sebagai sebuah institusi, STIK-P Medan memiliki berbagai rencana pengembangan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan pembentukannya. Strategi ini dilakukan sebagai acuan dasar dalam melakukan kegiatan-kegiatan rutinitas operasional. Di dalam melaksanakan strategi pengembangan ini tentunya tidak bersifat kaku tetapi dengan mempertimbangkan berbagai kondisi terkini.

1. VISI Terciptanya Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” Medan sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan studi ilmu komunikasi yang mampu melahirkan sarjana ilmu komunikasi yang andal, profesional, dan berbudaya di Tingkat Sumatera Utara pada 2018 dan Nasional pada 2023.

2. MISI
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu dan profesional guna menghasilkan Sarjana Ilmu Komunikasi yang akademis, terampil, unggul, mandiri, dan profesional.
  • Menyelenggarakan kegiatan penelitian di bidang ilmu komunikasi serta melakukan kajian-kajian mengenai perkembangan ilmu komunikasi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumut pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
  • Melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat, khususnya dalam bidang komunikasi.
  • Menjadikan Prodi Ilmu Komunikasi STIK “Pembangunan” Medan sebagai pusat studi komunikasi yang berlandaskan pengembangan teknologi informasi.
  • Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang mampu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pendidikan (baik teori maupun praktik).


Dalam implementasi visi dan misinya, STIK-P Medan juga memiliki program jangka pendek dan program jangka panjang, sebagai berikut:

Program Jangka Pendek
  1. Menyelenggarakan pendidikan berbasis perpaduan 60% teori dan 40% praktik.
  2. Menyelenggarakan sistem perkuliahan yang adaptif dan sensitif terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan serta berjiwa
  3. Menjalin kerjasama kemitraan dengan perusahaan-perusahaan (stake holder) dan institusi keahlian dalam rangka memenuhi kualitas calon lulusan sesuai bidang ilmu dan profesi.
  4. Menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan SDM (staf dan dosen) dengan pengiriman Studi Lanjut (S2 dan S3) ataupun program non gelar lainnya.
  5. Mengembangkan ilmu komunikasi dengan melakukan penelitian yang mampu memberikan kontribusi dan solusi berbagai permasalahan di masyarakat.
  6. Melakukan renovasi ruangan belajar-mengajar serta melengkapi sarana perkuliahan dengan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi.
  7. Renovasi dan melengkapi buku perpustakaan serta mengembangkan perpustakaan online sebagai jendela pengetahuan.
  8. Mewujudkan pelayanan kemahasiswaan secara online yang berbasis teknologi informasi.
  9. Meningkatkan komunikasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Daerah Sumatera Utara untuk melakukan riset-riset unggulan mengenai perkembangan ilmu komunikasi dalam rangka pengembangan daerah.
  10. Melakukan pengajuan perpanjangan status Akreditasi dan memperbaiki nilai Akreditasi dari nilai C ke B pada 2016 dan menjadi A pada 2021.
Program Jangka Panjang
  1. Meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana penunjang proses belajar mengajar yang berorientasi pada teknologi informasi.
  2. Melakukan terobosan-terobosan kerja sama dengan berbagai instansi dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  3. Meningkatkan image (citra) sebagai perguruan tinggi unggulan di Sumut.
EVALUASI DIRI STIK “Pembangunan” Medan

Dalam evaluasi diri, analisis situasi dikelompokkan menjadi dua, yaitu (1) Profil Lingkungan eksternal dan (2) Profil internal. Dalam analisis internal, dikaji kekuatan dan kelemahan, sedangkan untuk analisis eksternal, dipaparkan peluang dan tantangan. Kondisi institusional Prodi Ilmu  Komunikasi STIK-P diukur menggunakan sejumlah parameter, yang bisa disingkat dengan LRAISE, yaitu Leadership (kepemimpinan), Relevance (relevansi), Academic Atmosphere (suasana akademik), Internal Management (manajemen internal), Sustainability (berkelanjutan), dan Efficiency and Produtivity (efisiensi dan produktivitas).

1.  Profil lingkungan eksternal

  1. Peluang
    1. terbukanya peluang kerjasama dengan  perusahaan  dan  lembaga  yang berhubungan erat dengan disiplin ilmu komunikasi dan penyediaan ketenagakerjaan lulusan (graduate employability) sangat tinggi, seperti dengan Image Dynamics Jakarta (Perusahaan PR Konsultan Terbaik Indonesia 2014-2015), Majalah Femina, Metro TV Medan-Sumut, TV One, Tribun Medan dan berbagai media di mana Alumni STIK-P bekerja.
    2. Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja profesionallulusan sesuai dengan standar pasar industri masih terbuka luas.
    3. Terciptanya peluang yang semakin besar terhadap lulusan Prodi Ilmu Komunikasi karena pertumbuhan bisnis media massa dan meningkatnyakebutuhan penanganan kompleksitas  permasalahan sosial yang dilakukan secara lebih profesional di masyaraka
    4. Banyaknya pendanaan  dari  pemerintah  pusat,  daerah, dan asing yang mengarah kepada pembinaan dan peningkatan kualitas dosen merupakan potensi yang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.
    5. Tersedianya peluang kerjasama dalam pemberitaan tentang publikasi Prodi Ilmu Komunikasi STIK-P dengan Harian Waspada Medan dan Waspada Online yang merupakan media besar dan berpengaruh di Sumatera Utara dan Aceh.
    6. Banyaknya Dosen STIK-P yang dipercaya menjadi pembicara di dalam seminar ilmu
 
  1. Ancaman
  1. Meningkatnya atmosfir persaingan dari perguruan tinggi lain, seperti kelas mandiri di PTS Negeri (Universitas Sumatera Utara) yang menyelenggarakan pendidikan sejenis baik dalam skala nasional maupun internasional.
  2. Kemungkinan terambilnya peluang kerja lulusan Ilmu Komunikasi oleh lulusan bidang ilmu lain.
  3. Minimnya tulisan jurnal dosen STIK-P sehingga peluang untuk memperoleh kepangkatan menjadi sulit.
  4. Minimnya dosen STIK-P yang menmjadi narasumber kegiatan ilmiah yang dapat menyamarkan keberadaan STIK-P sebagai lembaga pendidikan tinggi ilmu komunikasi.
  5. Minimnya penguasaan bahasa asing dosen terutama Bahasa Inggris, sehingga peluang untuk memperoleh beasiswa belajar ke luar negeri minim dan kurang memperoleh perkembangan informasi terkini tentang ilmu komunikasi.
Untuk mengatasi peluang dan ancaman ini, STIK-P dalam jangka pendek ini akan memperbaiki mutu manajemen perguruan tinggi, baik dalam penyelenggaraan kegiatan akademik dan sistem penjaminan mutu internal, serta memperbaiki layanan pendidikan yang mencakup perbaikan layanan perpustakaan, layanan laboratorium dan unit-unit pelaksana teknis untuk mendukung pelaksanaan pendidikan. Perbaikan ini dilakukan karena layanan yang ada saat ini masih minim dan kurang memuaskan, mahasiswa banyak mengeluhkan akan lamanya pelayanan baik kegiatan akademik maupun administrasi. Hal ini dapat terwujud dengan merevisi statuta, renstra (sistem penjaminan mutu) dan kurikulum yang sudah kadaluarsa.

Untuk menunjang proses belajar mengajar STIK “Pembangunan” Medan juga membutuhkan laptop (komputer jinjing) untuk mempermudah dosen mempresentasikan bahan kuliahnya dan mahasiswa mempresentasikan tugasnya di kelas. Saat ini, laptop untuk belajar mengajar sudah tidak up to date dan terkena virus, sehingga banyak file-file yang tidak terbaca dan kapasitas memori yang digunakan masih lambat dan sering hang karena usianya sudah lebih dari empat tahun pemakaian. Akibatnya proses belajar mengajar terganggu, kehadiran mahasiswa minim sehingga nilainya menurun. Selain itu, STIK “Pembangunan” Medan juga membutuhkan mesin fotokopi baru untuk mengkopi diktat dosen dan  mengkopi soal ujian dan administrasi yang bersifat rahasia, karena mesin fotokopi yang ada saat ini sudah berusia lebih dari 10 tahun dan sering rusak.

Sementara, untuk praktikum di laboratorium komputer dan broadcast dibutuhkan perlengkapan yang lebih uptudate, terutama laboratorium komputer dimana hamper dari separuh komputer yang mengalami kerusakan karena terjadi kebocoran akibat angin puting beliung pada 2014 lalu (ruangan dan atap telah diperbaiki) sementara kondisi komputer lainya sudah kurang update dan maih menggunakan CPU yang terpisah, selain itu masih menggunakan program keluaran 2007 bukan 2013/2014 yang baru.

2.  Profil Lingkungan Internal (Kekuatan & Kelemahan)

Berdasarkan system LRAISE, yaitu Leadership (kepemimpinan), Relevance (relevansi), Academic Atmosphere (suasana akademik), Internal Management (manajemen internal), Sustainability (berkelanjutan), dan Efficiency and Produtivity (efisiensi dan produktivitas), berikut adalah analisis lengkapnya
  1. Kepemimpinan (Leadership)
  Kekuatan
  1. a) Komitmen terhadap pengembangan institusi sangat tinggi
  2. b) Sinergi yang efektif antara tenaga edukatif dan administratif
  3. c)  Berjiwa inovatif, demokratis, dan transformatif
  4. d) Loyalitas staf terhadap tugas yang diberikan atasan sudah baik
Kelemahan
  1. a) Belum optimalnya manajemen program studi
  2. b) Masih minimnya penguasaan bahasa asing
  3. c) Lemahnya koordinasi antar staf
 
  1. Relevansi Pendidikan
  Kekuatan
  1. Memiliki programstudi yang marketable
  2. Jumlah rasio dosen dan mahasiswa sudah proposional(1:14)
  3. Kerja sama dengan lembaga dalam dan luar negeri terbuka luas, contoh praktik kerja lapangan di Perusahaan Pers Terkemuka dan lembaga PR berskala nasional dan internasional seperti Kumpulan Karangkraf Malaysia, Bernama (Malaysia), Angkasa Pura II, Telkom, Femina Group, dan Image Dynamics PR Consultant.
  4. Melibatkan praktisi dalam Proses Belajar Mengajar (PBM)
  5. Memiliki staf pengajar yang berdedikasi, kompeten, dan integritas yang tinggi
Kelemahan
  1. Akreditasi belum mencapai nilai ‘A’
  2. Laboratorium Broadcast dan Radio, belum mampu menunjang soft skill mahasiswa secara optimal karena masih belum lengkap dan peralatannya sudah kurang update
  3. Proses belajar mengajar sudah optimal menerapkan metode SCL dan
  4. Belum optimal administrasi rekam jejak alumni
  5. Sebagian Sumber Daya Manusia (SDM) Dosen belum mempunyai kepangkatan akademik
  6. Belum memiliki dosen tetap dengan S-3 (masih bersekolah S3 sebanyak 2 orang)
 
  1. Atmosfir Akademik
  Kekuatan
  1. Semangat akademik cukup tinggi
  2. Proses perkuliahan rata-rata berlangsung di atas 65% tatap muka
  3. Motivasi dosen dalam meneruskan studi lanjut masih tinggi karena masih cukup muda (33-45 tahun)
  4. Adanya jurnal ilmu komunikasi ber-ISSN yang akan terbit pada akhir 2015
  Kelemahan
  1. SDM (staf pengajar dan karyawan) masih terbatas dari segi kualitas dan kuantitas
  2. Masih sedikitnyadosen yang mendapatkan hibah untuk membuat karya ilmiah
  3. Belum adanya jurnal yang spesifik tentang Ilmu Komunikasi
  4. Masih terbatasnya program-program untuk peningkatan kualitas SDM, terutama berkaitan dengan teknologi informasi.
 
  1. Manajemen Internal
 Kekuatan
  1. Telah terbentuk struktur lembaga yang memenuhi kebutuhan prodi
  2. Memiliki gedung milik sendiri
  3. Dosen tetap dan tenaga administrasi masih berusia muda antara 23 – 45 tahun
  Kelemahan
  1. Kurangya loyalitas tenaga administrasi dan pengajar/dosen karena jam kerja yang hanya 4 jam per hari dan memiliki pekerjaan lain selain di STIK-P.
  2. Mekanisme evaluasi kinerja dosen dan karyawan masih perlu ditingkatkan.
  3. Belum disusunnya Standar Operasional Program (SOP)dan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
  4. Rekrutmen pegawai dan dosen belum sesuai dengan ketersediaan sarana
  5. Rekrutmen pegawai belum sesuai dengan kebutuhanfasilitas IT yang memadai dan mendukung proses operasional kampus
  6. Fasilitas IT yang belum memadai dan mendukung proses operasional kampus
  7. Sustainabilitas
Kekuatan
  1. Banyaknya kerja sama yang telah dilakukan dengan lembaga luar dapat meningkatkan mutu dosen dan mahasiswa dengan sistem link and matc
  2. Memiliki media partner (Harian Waspada & Waspada Online) yang merupakan dalam lingkungan Waspada Group, untuk membantu publikasi kegiatan dan promosi kampus.
  Kelemahan
  1. Kurangnya koordinasi  dalam  proses  penganggaran program kerja prodi
  2. Sistem keuangan dan pengadaan yang kaku dan tidak online, sehingga agak menghambat sistem operasional kampus.
  3. Pendanaan dari pemerintah dan asing untuk pembinaan dan peningkatan pendidikan dosen belum maksimal dimanfaatkan
   
  1. Efisiensi dan Produktivitas
Kekuatan
  1. Komposisi tenaga dosen muda yang  jumlahnya  lebih besar, berpotensi untuk pengembangan karier akademis di bidang tridharma perguruan tin
  2. Peluang pengembangan aplikasi ilmu komunikasi cukup besa
  Kelemahan
  1. Banyaknya  beban   SKS   mengajar   bagi   setiap   dosen, sehingga konsentrasi pada penelitian dan pengabdian kepada masyarakat belum maksima
  1. Banyaknya jumlah bimbingan skripsi sehingga proses pembimbingan kurang optimal
  2. Belum adanya tenaga laboran yang memiliki kompetensi khusus sehingga menyebabkan pengelolaan laboratorium kurang maksima